Sabtu, 25 Oktober 2008

SHIO GANAS


SHIO NAGA

8 Februari 1940 – 26 Januari 1941
27 Januari 1952 – 13 Februari 1953
13 Februari 1964 – 1 Februari 1965
31 Januari 1976 – 17 Februari 1977
17 Februari 1988 – 5 Februari 1989
Shio Naga biasanya lahir dalam keadaan sehat. Ia memang seseorang yang daya tahan hidupnya tinggi. Ia seorang yang gemar berdiplomasi, tak suka ambil muka, tegas, dan berperasaan baja serta sulit ditundukkan.
Shio Naga selalu penuh semangat, rajin sekaligus cerdik. Untuk meraih sukses, tak segan-segan ia melakukan kerja apa saja. Ia seorang idealis yang pantang dihina. Bila perlu ia rela mati untuk membela yang dianggapnya benar. Maka kelahiran Shio Naga cocok menjadi pemuka agama, politikus, militer atau seniman.
Ia maunya belajar saja dan bekerja keras, sehingga tak tergiur untuk kawin cepat-cepat. Tapi ceweknya selalu mendambakan cinta dan perkawinan.
Salahnya Shio Naga amat senang bergunjing dan senang memuji diri sendiri. Terkadang juga besar mulut dan keras kepala. Khususnya dalam soal bercinta, ia dikenal egois serta selalu khawatir dikhianati. Ia juga seorang yang gemar membanggakan diri. Dan bila menghadapi jalan buntu, ia suka berbuat nekad. Amarahnya pun sulit terkendali dan sulit pula dipadamkan.
Profesi-profesi yang cocok untuk Shio Naga:
Pramuniaga, Arsitek, Dokter, Pengacara, Pendeta, Duta Besar, Negarawan dan Militer.
Shio Naga menurut bintang:
  • Capricorn : Naga yang bijaksana dan dapat dipercaya.
  • Aquarius : Naga yang terang juga mahir mengkritik.
  • Pisces : Super Naga, berpotensi tinggi.
  • Aries : Hyper Naga, dengan hanya menutup mata ia sudah dapat menang.
  • Taurus : Termasuk jenis Naga yang suka berkelompok. Orangnya tenang.
  • Gemini : Naga yang panas, api memancar dari setiap lubang hidungnya.
  • Cancer : Naga yang suka merenung dan tidak banyak omong.
  • Leo : Naga yang ekstrim, suka membesar-besarkan persoalan.
  • Virgo : Naga yang teliti, tekun dan sabar.
  • Libra : Naga yang tentram tapi mudah marah.
  • Scorpio : Naga yang berduri, orang yang disegani.
  • Sagitarius : Naga yang lemah lembut, sabar dan hati-hati.

SHIO MACAN

17 Februari 1950 – 5 Februari 1951
5 Februari 1962 – 24 Januari 1963
23 Januari 1974 – 10 Februari 1975
9 Februari 1986 – 28 Januari 1987
28 Januari 1998 – 15 Februari 1999
Orang yang lahir di bawah Shio Macan, bisa beruntung hidupnya. Ia seorang yang amat berbakat memimpin, selalu timbul hasratnya untuk berprestasi dan gemar kerja keras. Tapi ia cukup bijaksana terutama dalam soal yang menyangkut dunia bisnis, percintaan dan perang.
Dia juga disenangi orang lain karena bisa membangkitkan semangat, murah hati dan cukup dermawan. Bila diperlukan, terkadang tanpa diminta, ia akan memberikan nasihat yang berguna. Itu tak lain karena ia sendiri selalu bisa mengatasi persoalannya dengan baik. Dan bila ia berbuat kesalahan, dengan cepat ia mau mengoreksi diri. Hal lain yang positif, karena ia seorang yang berpendirian teguh dan selalu berpikir dahulu sebelum bertindak.
Sayangnya karena kelahiran Shio Macan ini lalu menjadi tukang perintah. Ia pantang ditentang. Bila perlu, orang yang menghalanginya ditantang duel, paling tidak diajak bertengkar. Shio Macan memang terkenal punya watak pemberang dan galak. Terkadang ia juga berlaku bodoh, bisa ditipu karena mudah percaya pada orang lain. Sifat negatif lainnya, karena ia suka menyerempet bahaya, khususnya bila sedang kepepet.
Profesi-profesi yang cocok untuk Shio Macan:
Mandor, Penerjun, Kepala Pemerintahan, Penjelajah dan Perwira Militer.
Shio Macan menurut bintang:
  • Capricorn : Macan perenung dan suka menyendiri.
  • Aquarius : Macan yang cerdik.
  • Pisces : Macan yang gila. Banyak tertawa dan sangat berbahaya.
  • Aries : Macan angin-anginan yang mudah jatuh dan mudah pula bangkit.
  • Taurus : Macan yang gampang tersinggung hatinya.
  • Gemini : Macan yang gila dan bodoh.
  • Cancer : Macan yang membara tak bisa diam.
  • Leo : Biangnya macan, pemberang dan pemberani.
  • Virgo : Macan yang praktis mendapatkan apa yang ia inginkan.
  • Libra : Macan yang suka bekerja giat dan energik.
  • Scorpio : Macan yang bisa menghargai siapa saja.
  • Sagitarius : Macan yang suka melancong, pengembara

HARI JADI JOGJAKARTA


o ya aku ngucapin selamt atas hari jadi jogjakarta aku merasa jogjakarta makin bagus dan makin banyak yang berkunjung di jogjakarta oh ya jangan lupa ya kalu mampir ke jogja makan gudegnya ya. rasanya enak sekali dan mungkin bisa mencicipi aneka kuliner yang udah dikenalin ama pak bondan winarno presenter dari trans TV kita bisa mencicipi berbagai masakan khas jogjakarta dimana semua makanan di jogjakarta harganya relatif murah lo jangan sampai ketinggalan rasain gudeg asli jogjakarta, POKOKE MAK NYUUUUUUUUUS!!!!

SEJARAH DARI KOTAKU


Reden Wijaya atau lengkapnya Nararya Sanggramawijaya (wafat tahun 1309) adalah pendiri dan raja pertama Majapahit yang memerintah tahun 1293-1309 dan bergelar Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana.
Raden Wijaya adalah anak dari Rakeyan Jayadarma, raja ke-26 dari Kerajaan Sunda Galuh, dan Dyah Lembu Tal, seorang putri Singhasari. Dengan demikian, Raden Wijaya merupakan keturunan langsung dari wangsa Rajasa, yaitu dinasti pendiri Kerajaan Singhasari. Lihat artikel Kerajaan Singhasari untuk melihat silsilah Raden Wijaya.
Ken Arok, raja pertama Singhasari (1222-1227) memiliki anak Mahesa Wong Ateleng dari Ken Dedes. Mahesa Wong Ateleng lalu memiliki anak Mahesa Cempaka yang bergelar Narasinghamurti. Menurut Nagarakretagama, Mahesa Cempaka memiliki anak Dyah Lembu Tal yang diberi gelar Dyah Singhamurti dan kemudian menurunkan Raden Wijaya .
Rakeyan Jayadarma adalah raja ke-26 Kerajaan Sunda Galuh, anak dari Prabu Guru Dharmasiksa, raja ke-25 dari Kerajaan Sunda Galuh.
Setelah Rakeyan Jayadarma tewas diracun oleh salah seorang bawahannya, Dyah Lembu Tal kembali ke Singhasari bersama Raden Wijaya. Raden Wijaya seharusnya menjadi raja ke-27 Kerajaan Sunda Galuh. Sebaliknya, ia mendirikan Majapahit setelah tewasnya raja Kertanegara, raja Singhasari terakhir, yang merupakan sepupu ibunya.
Dalam Babad Tanah Jawi, Raden Wijaya disebut sebagai Jaka Susuruh dari Pajajaran. Ia dibesarkan di lingkungan kerajaan Singhasari.
Menurut Pararaton dan beberapa kitab kidung, Raden Wijaya menikah dengan dua putri raja, sedangkan sumber prasasti dan Kakawin Nagarakretagama menyebutkan ia kawin dengan empat orang putri raja Kertanagara. Keempat putri raja Kertanegara ialah Tribuaneswari (Sri Parameswari Dyah Dewi Tribuaneswari), Narendraduhita (Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita), Pradnya Paramita (Sri Jayendra Dyah Dewi Pradnya Paramita), dan Gayatri (Sri Jayendra Dyah Dewi Gayatri).
Menurut Pararaton, Raden Wijaya juga menikahi Dara Petak, yaitu salah satu dari dua putri yang dibawa kembali dari Malayu oleh pasukan yang dulunya dikirim oleh Kertanegara pada zaman kerajaan Singhasari. Dara Petak merupakan putri Raja Mauliwarmadewa dari Kerajaan Dharmasraya.
Gayatri melahirkan dua orang putri yaitu Sri Gitarja dan Dyah Wiyat. Menurut prasasti Sukamrta dan prasasti Balawi, wijaya memiliki seorang anak laki-laki dari Tribuaneswari bernama Jayanagara. Sementara itu, Dara Petak melahirkan seorang putra, yaitu Kalagemet. Namun demikian, dalam Kakawin Nagarakretagama disebutkan bahwa ibu dari Jayanegara ialah Sri Indreswari (berbeda dengan nama keempat putri Kertanagara), sedangkan dalam Pararaton disebutkan bahwa Jayanegara sama dengan Kalagemet.

Berdirinya Kerajaan Majapahit
Pada tahun 1292, penguasa Daha, Jayakatwang memberontak dan menyerang Singhasari. Raden Wijaya ditunjuk oleh raja Kertanegara untuk menumpas pasukan pemberontak tersebut yang datang dari arah utara ibu kota kerajaan. Namun demikian, pasukan pemberontak yang datang dari selatan ibu kota berhasil menewaskan Kertanagara. Raden Wijaya lalu melarikan diri bertemu Aria Wiraraja di Sumenep (Madura).
Atas anjuran Aria Wiraraja, Raden Wijaya berpura-pura tunduk kepada Jayakatwang, sambil meminta sedikit daerah untuk tempat berdiam. Jayakatwang mengabulkan permintaan Raden Wijaya . Sang Raden diijinkan membuka hutan Tarik. Dengan bantuan sisa-sisa tentaranya dan pasukan Madura, Wijaya membersihkan hutan itu menjadi desa dengan nama Majapahit. Konon pada saat itu, seorang tentara yang haus mencoba memakan buah maja yang banyak terdapat pada tempat itu dan menemukan bahwa ternyata rasanya pahit sehingga daerah itu dinamai demikian.
Pada awal tahun 1293, pasukan Mongol utusan Kubilai Khan mendarat di Tuban dengan tujuan membalas perlakuan Kertanagara yang telah mempermalukan utusan Mongol yang datang sebelumnya. Raden Wijaya memanfaatkan bersekutu dengan Mongol (yang disebut Tartar dalam sumber-sumber sejarah lokal) untuk menyerang Jayakatwang. Menurut catatan pemimpin armada Mongol tersebut, pada bulan ketiga tahun 1293 terjadi peperangan antara armada Mongol dengan armada Daha di muara Kali Mas yang dilanjutkan dengan peperangan antara pasukan Mongol dengan pasukan Daha yang menyerang Majapahit. Selanjutnya, pasukan Mongol bersama pasukan Raden Wijaya menyerang Daha dan Jayakatwang akhirnya menyerah.
Setelah kekuatan Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya balik menyerang pasukan Mongol, dan akhirnya Mongol meninggalkan Jawa pada 31 Mei 1293. Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit, yang pusat istananya di daerah Trowulan (sekarang di wilayah Kabupaten Mojokerto).
Raden dinobatkan dirinya menjadi raja Majapahit setelah berhasil mengusir pasukan Mongol ke luar Jawa. Menurut Kidung HarsaWijaya, penobatanWijaya tersebut terjadi pada tanggal 15 bulan Karttika tahun 1215 Saka, yaitu 12 November 1293.
Raden Wijaya mengangkat pengikut-pengikutnya yang berjasa dalam mendirikan Majapahit menjadi pejabat tinggi dalam pemerintahan. Aria Wiraraja diberi daerah status khusus (Madura) dan diberi wilayah otonom di Lumajang hingga Blambangan. Nambi diangkat menjadi Rakryan Mapatih (perdana menteri), Ranggalawe diangkat sebagai Adipati Tuban, dan Sora menjadi penguasa Dhaha (Kadiri).
Dijadikannya Nambi sebagai mahapatih membuat Ranggalawe tidak puas, karena ia merasa lebih berhak. Tahun 1295Mahapati adalah dalang di balik segala pemberontakan ini. Ia menjebak semua saingannya agar ia sendiri dapat meraih posisi mahapatih.
Ranggalawe mengadakan pemberontakan, namun dapat dipadamkan. Kemudian, tahun 1298-1300 terjadi pertempuran antara pasukan kerajaan dengan Sora yang diduga memberontak. Terjadi pula peristiwa serupa dengan pengikut-pengikut Sora yang bernama Juru Demung dan Gajah Biru. Diduga bahwa
Raden Wijaya meninggal pada tahun 1309 dan digantikan oleh puteranya, Jayanagara.

PengEnLan DoAnk!!


ass mingto aku cuman mo kenalin ke kamu aja nech kenalan baruku anak cibubur anak omnya si rama namanya frina kalo u mau knalan ada tuh friendsternya di friendsterku ada alamatnya kamu maenlah ke jakarta enak sekali di jakarta meskipun panas tapi kalo waktu malam huh enak tante hehehe nanti kita singgah di runah omku gimana mingti?
dari kedua foto cewek yang ada di blogku mana yang paling cantik mingto tolong kasih comment ya jngn lupa lo pendapatnya,pendapat yang membangun akan aku selalu kunanti?cao